Sebagai makhluk sosial yang dalam kesehariannya dituntut untuk bersikap, berkomunikasi, dan bertindak dengan orang lain, manusia mempunyai dua pilihan sikap, yaitu terbuka atau tertutup. Sikap terbuka adalah tampil sebagai diri sendiri, apa adanya, tanpa ada kepalsuan. Sedangkan tertutup adalah sikap untuk cenderung tampil dengan menggunakan topeng, mengurangi segala hal yang ada, atau menambah tampilan demi menutupi kejadian sebenarnya. Dua sikap tersebut selalu menjadi pilihan seseorang, apalagi jika menghadapi sebuah masalah atau persoalan.
Sikap terbuka adalah salah satu ciri kejujuran seseorang. Sikap ini sebenarnya sangat mudah dilakukan oleh siapapun. Keterbukaan dalam bersikap, tampil menjadi diri sendiri adalah sesuatu yang tidak membutuhkan pemikiran. Seseorang bisa tampil apa adanya dengan tanpa dibayangi rasa takut ketahuan jati dirinya. Sikap ini akan menumbuhkan sikap kesederhanaan hidup karena mampu menampilkan apa yang ada tanpa polesan yang jauh dari kenyataannya. Sikap apa adanya juga menjauhkan diri dari kerakusan yang berakibat menghalalkan segala cara untuk memperoleh sesuatu yang jauh dari kemampuannya. Korupsi adalah bentuk lain dari adanya kerakusan dalam memiliki susuatu.
Terbuka dalam komunikasi juga sangat mudah dilakukan. Bebicara apa adanya tidak banyak memutar otak untuk mencari alasan yang dibuat buat. Menjelaskan sesuatu yang riil dapat memberi gambaran sesuatu yang nyata yang tidak akan membingungkan orang yang mendengarkannya. Menceritakan hal yang benar terjadi tidak akan menjadikan orang terkelabuhi dengan ucapannya. Mengatakan keadaan sebenarnya menjadikan dia tenang, tidak merasa gelisah jika orang mencari tahu kebenarannya. Berkata benar meskipun terasa pahit bagi yang mendengarkan justru akan menjadikan orang lain waspada dan mendorong untuk mengevaluasi serta hati hati terhadap apa yang akan dilakukan. Sedangkan mengatakan sesuatu yang lebih baik dari kenyataanya akan menjadikan orang lain terkelabuhi dan berakibat pada kekecewaan.
Terbuka dalam bertindak untuk melakukan sesuatu menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap apa yang dilakukan. Melakukan sesuatu dengan terbuka menjadikan seluruh tindakan maupun pekerjaan yang dilakukan bisa dipertanggungjawabkan kepada orang lain sehingga memunculkan rasa kepercayaan yang tinggi. Laporan pekerjaan akan mudah dibuat dengan disertai bukti fisik yang akurat dan nyata. Pembuatan laporan tidak disulitkan dengan mencari bukti fiktif dan kegelisahan adanya temuan kecurangan. Banyaknya kasus manipulasi kwitansi dan pemalsuan tandatangan merupakan contoh kesulitan dalam membuat laporan.
Semangat keterbukaan dalam pelaksanaan pekerjaan ini biasanya membuka peluang adanya kritik dan saran yang membangun bagi kelangsungan sebuah program. Terbuka berarti siap untuk dikritik. Bagi orang ataupun lembaga yang terbuka kritik bukanlah sesuatu yang menyakitkan dan pihak yang mengkritik akan berusaha untuk menghargai dan dilakukan dengan bijak. Kritik akan menjadi pemicu agar pekerjaan menjadi semakin baik dan berkualitas sehingga hasilnya diharapkan memuaskan dan meminimalkan kecurigaan. Semua pihak merasa dilibatkan untuk mensukseskan program sehingga tidak akan terjadi saling menyalahkan. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, akan memunculkan solusi dan semua pihak akan memahami.
Semangat keterbukaan seperti yang telah penulis uraikan diatas merupakan bukti bahwa kejujuran merupakan sesuatu yang mudah yang bisa dilakukan oleh perseorangan maupun kelompok. Jika ada yang mudah mengapa harus mempersulit diri untuk berbuat tidak jujur? .
Nur Sabani, 25-2-2018
Minggu, 25 Februari 2018
JUJUR SEMUDAH SENYUM
Biografi KH. Nur Sabani, M.Pd.I (Pengasuh PP. ADDABA)
LINK BIOGRAFI






0 komentar:
Posting Komentar
KOMENTAR :