Toleran

Agar engkau bisa bijak dalam menyikapi sesuatu dan tidak menganggap menjadi makhluk paling sempurna.

Bersama untuk berbagi

Berbagi informasi adalah belajar transparansi. Mnjadi sarana untuk memperbaiki diri.

Mendidik dengan cinta

Menjadikan pembelajaran bermakna. Memandang siswa memiliki kesempatan memiliki pengetahuan dengan bermacam kecerdasan yang mereka miliki.

Agama sebagai pondasi keyakinan hidup

Tanpa memandang remeh keyakinan lain.

Jumat, 22 April 2011

Selamat Menempuh UN

SELAMAT MENEMPUH UJIAN NASIONAL

1. Berdoalah pada Tuhan

  Sangat sombong beranggapan bahwa keberhasilan kita semata-mata usaha dan kerja keras kita sendiri tanpa keikutsertaan Sang Pencipta. Untuk itu dengan segala kerendahan diri dan hati di hadapan-Nya, kita panjatkan doa agar diberi kelulusan, kesehatan dan kemudahan dalam menghadapi ujian nanti. Tuhan Mahatahu dan tentu akan mendengarkan dan mengabulkan doa hamba-hambanya.

2. Hadapilah ujian dengan tenang dan proporsional

Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan proporsional bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi, dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.

3. Bersikaplah proaktif

Proaktif adalah suatu sikap yang beranggapan bahwa kita sendirilah yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam hidup ini, termasuk dalam menghadapi UAN. Yakinlah bahwa kerja keras dan usaha keras yang kita lakukan akan membuahkan hasil. Dalam menyikapi standar minimal 5,50 justru yang terbaik adalah kita sendiri membuat patokan standar nilai minimal. Misalnya, menargetkan 7,01 atau 8,01 sehingga yang muncul adalah tantangan bukan beban.

4. Buatlah rencana

Menghadapi ujian dapat diibaratkan sebagai perjalanan menuju sukses. Sebagaimana perjalanan sukses, sudah sepatutnya kita membuat perencanaan. Dari sekian banyak bahan pelajaran yang harus dipelajari dipilah-pilah antara bahan UAN dari pusat dengan bahan ujian dari sekolah. Antara bahan kelas satu, kelas dua, dan kelas tiga, pelajaran hitungan dan hafalan, sehingga dapat dipelajari dengan teratur dan sistematis. Model belajar semacam itu dapat meringankan dan lebih mengefektifkan cara kerja otak. Salah satu hukum otak yaitu dapat bekerja maksimal dengan cara teratur dan sistematis.

5. Perbanyaklah baca dan latihan soal

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh lembaga bimbingan belajar adalah para siswa banyak berlatih memecahkan soal-soal dengan cepat. Kita dihadapkan pada soal-soal yang harus dijawab dan dipecahkan dengan tepat. Dengan sering kita berlatih maka kita terbiasa dan terlatih, sehingga tidak cemas atau grogi dalam menghadapi soal (ujian).

6. Belajar kelompok

Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi. Para siswa daripada banyak bermain dan membuang-buang waktu dengan percuma, manfaatkanlah dengan cara belajar berkelompok dengan teman di sekolah atau di sekitar tempat tinggal kita.

7. Mohon doa restu dari orang tua

Yakinlah bahwa jika kita lulus maka orang tua kita akan senang dan bangga. Jadikanlah perjuangan menghadapi UAN 2009 sebagai ajang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada kedua orang tua kita tercinta. Mohon doa restulah pada orang tua agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UAN.

9. Rajin Bertanya

Rajin-rajinlah bertanya, karena dengan bertanya kita dapat mengetahui apa yang sebelumnya tidak kita ketahui. Jika ada kata/kalimat yang tidak kita ketahui di dalam buku yang kita pelajari, maka sangat dianjurkan untuk bertanya pada ahlinya, baik itu guru, orang tua, maupun kakak kita. Ketika di sekolah, jika ada penjelasan guru yang tidak kita mengerti maka bertanyalah. Jangan takut bertanya ! Karena kemungkinan masih banyak teman sekelasmu yang juga tidak mengerti penjelasan guru tersebut, hanya saja mereka malu bertanya.
Kalau tidak pernah bertanya, kita tidak akan tahu sampai kapanpun.
Ingat, “Malu bertanya, sesat di jalan”.

10. Motivasi Diri Anda

Motivasilah diri Anda sedini mungkin untuk belajar, karena dengan adanya motivasi dapat meningkatkan keinginan untuk selalu dan terus belajar. Salah satu cara memotivasi diri Anda adalah dengan membuat beberapa afirmasi, seperti “Kalau dia bisa, kenapa aku nggak bisa?”

Rabu, 20 April 2011

Memalukan

Senin, 18-20 April 2011, Workshop PTK di Hotel Lor in Solo. Mewakili MGMP PAI Kebumen. Setelah melalui tahap seleksi proposal akhirnya penulis lolos untuk mengadakan PTK yang diselenggarakan oleh PUSLITBANG Pusat Kemenag RI. Tahap selanjutnya adalah workhshop. Meskipun sudah beberapa kali mampir di hotel baru kali ini masuk hotel yang agak gede, banyak pengalaman didapat disini, baik pahit maupun getir. kali ini saya akan berbagi pengalaman yang UNIK aja, serba pahit, plus ngisin-ngisini....

Dari Prembun naik angkot ke kutoarjo rencana mo naik kereta Prameks. Angkot jalannya super lambat karena tunggu penumpang. Sampai terminal Kutoarjo segera jalan cepat ke stasiun sampai kringet bercucuran,  ternyata kereta baru aja berangkat. Dengan langkah tergesa akhirnya naik Bus jogja dan nyambung jurusan Solo. Karena buta Solo tanya sana sini akhirnya sampai juga di Jl. Adisucipto 47 Solo.Cek in bingung.., karena kebetulan banyak yang mengadakan pelatihan, dengan PD saya langsung daftarkan diri ke loket yang ada tulisannya KANWIL Jateng. Setelah menyerahkan Surat Tugas, saya ditanya ma Panitia Lho kok dari Madrasah? ini khan workhshop Guru Pasraman (Guru Asrama Hindu)?. "Duh, mana yang benar?" (emang ada di MTs pelajaran Hindu?? ).Informasi dari Jakarta tempat Workhshop saya tadinya di Hotel Sahid tapi kemudian ada pemberitahuan pindah ke Hotel LORIN. Akhirnya saya konfirmasi ke Pihak Hotel. Alhamdulillah, tempat benar hanya saja cek in langsung ke resepsionis. Dan akhirnya bisa masuk kamar.


Satu kamar dengan Guru Senior, Bpk.Abdul Latif (Guru MTsN Boyolali). Karena sama-sama buta hotel berbintang, penulis bingung mau masuk karena tidak diserahi kunci. Penulis kembali tanya ke petugas. Ternyata kuncinya memakai Kartu. Kembali saya dibuat malu, kelihatan ndesone.....Setelah merapihkan semua bekal yang ada ke almari, istirahat sebentar, Saya dan Pak Latif kebingungan lagi karena listrik mati. Sudah dicoba berulangkali menghidupkan hidup sebentar, mati, Byar pet... Dengan agak nada tinggi berseloroh" Hotel intang kok listrik mati?. Saya mencoba menggunakan fasilitas telphon ruang ke resepsionis dan melaporkan kejadian bahwa kamar listrik mati. Tak lama kemudian Satpam datang dan memberitahukan cara menghidupkan yaitu memakai Kartu yang tadi untuk buka pintu. Eh.... ternyata tekhnologi dah segitunya ya,,?. Malu lagi....(dasar butek=buta tekhnologi)

Biografi KH. Nur Sabani, M.Pd.I (Pengasuh PP. ADDABA)

LINK BIOGRAFI