If we cannot now end our differences, at least we can help make the world safe for diversity
Jika kita tidak bisa mengakhiri karena perbedaan perbedaan kita, paling tidak kita dapat membantu dunia aman untuk keanekaragaman (John F.Kennedy)
Fisik dan PenampilanSeorang guru dalam pembelajaran di kelas akan bersinggungan dengan banyaknya perbedaan peserta didik. Perbedaan yang mudah diketahui langsung adalah perbedaan fisik dan penampilan. Ada siswa yang berbadan gemuk dan kurus, bertubuh tinggi dan pendek, berkulit hitam dan kuning, dan sebagainya. Bentuk fisik seseorang merupakan bawaan dari lahir yang kebanyakan terjadi karena unsur genetik. Manfaat dari bentuk fisik yang berbeda adalah menjadikan seseorang mudah dikenal oleh orang lain, karena mempunyai bentuk dan ciri fisik yang berbeda.
Mensikapi perbedaan fisik, guru harus berusaha menghindar menyapa dengan menggunakan panggilan yang berasal dari ciri fisik siswa yang buruk seperti gendut, gembrot, pendek, kurus atau hitam. Memanggil dengan julukan buruk sama dengan membully seseorang dengan verbal. Efek bullying memang tidak terasa pada fisik anak, akan tetapi dalam jangka panjang sangat berefek pada psikologis anak. Dampaknya akan menurunkan harga diri seorang anak, dan akhirnya menyebabkan kurang percaya diri.
Secara tidak sadar, perbuatan bullying pernah kita lakukan, meski dengan cara humor yang membuat tertawa orang yang mendengarkan. Ragam bentuk bully yang juga sering dipraktikkan tanpa sadar adalah melalui mimik, dan bahasa tubuh. Guru yang memberikan julukan buruk kepada anak di kelas, secara tidak langsung telah memberi contoh siswa lain untuk bersikap sombong. Seakan dia merasa lebih baik sehingga berhak melecehkan orang lain. Peserta didik lain yang ikut menyaksikan aksi bully dari guru suatu saat akan meniru perbuatan gurunya.
Selain fisik, anak mudah dikenali karena faktor penampilan. Penampilan biasanya dikaitkan dengan sikap, ekspresi, gaya bicara, kesehatan, kebersihan, dan busana. Sebagai contoh, ada anak yang pakaiannya rapih atau kusut, rambutnya tertata atau semrawut, bermata bundar atau sipit. Anak yang berpenampilan baik, rapih, dan selalu tampil bersih cenderung mendapat perhatian dan lebih dihargai daripada anak yang penampilannya apa adanya. Sebaliknya anak yang pakaiannya tidak rapih, kusut, kotor cenderung dikaitkan dengan sikapnya yang malas dan jorok.
Pepatah jawa mengatakan Ajining Rogo soko Busono, yang artinya Kehormatan raga berasal dari cara berpakaian. Pepatah kuno ini menginformasikan bahwa badan (raga) akan terlihat berharga dan menarik jika diberi pakaian yang indah. Secara umum, manusia akan dihormati jika busananya baik,sopan,dan rapih. Pada sisi lain, manusia juga diberi naluri senang dengan penampilan yang menarik. Bahkan cara berpakaian sudah menjadi bagian dari ciri-ciri status sosial seseorang. Pepatah jawa ini sama sekali tidak mengaitkan pakaian dengan kepribadian. Untuk itu, kita tidak boleh langsung menjustifikasi keburukan seseorang melalui tampilan lahirnya, karena cara ini tidak sepenuhnya akurat apalagi terhadap anak yang masih lugu. Pakaian bukan menjadi tolak ukur baik dan buruknya anak.
Penampilan juga dipengaruhi oleh hal-hal yang sedang menimpa seseorang baik kondisi ekonomi maupun adat. Mungkin saja dia berbadan lemas karena belum sarapan, atau penyakit bawaan. Kondisi orang tua juga bisa menjadi faktor penyebab penampilan seorang anak. Orang tua yang status ekonominya minim berakibat pada anak kekurangan gizi sehingga penampilannya kurang ceri, pakaian kusut, celana cungklang ataupun terlihat kotor. Penilaian kita terhadap kepribadian anak seharusnya didasari dengan berbagai analisa yang obyektif dengan melihat dari berbagai faktor.
Jika beda Fisik menjadi bahan konflik
Perbedaan fisik sering menjadi faktor terjadinya konflik di kelas. Penyebabnya kadang hanya karena gurauan siswa yang berakhir dengan penghinaan. Tak jarang celaan dan penghinaan membawa bawa kelemahan fisik seseorang. Kondisi demikian mengharuskan guru untuk menyadarkan siswa agar saling menghargai dan menjaga perasaan teman. Selanjutnya guru juga perlu mengidentifikasi faktor penyebab konflik kelas terjadi. Selain disebabkan gurauan, iri, dendam, keaktifan anak, dan kurangnya perhatian guru, bisa saja memicu munculnya konflik di kelas.
Siswa harus diingatkan bahwa kelainan fisik dalam bentuk apapun adalah pemberian tuhan yang tidak boleh dicela. Menghina ciptaan tuhan bisa berakibat negatif dalam kehidupan seseorang. Bisa saja, orang yang dihina suatu saat nasibnya akan lebih baik daripada orang yang menghina. Bagaimanapun juga, seorang anak tidak pernah meminta dilahirkan dengan kondisi berbeda dengan yang lain. Untuk itulah sikap empati perlu dikedepankan agar kondisi kelas terjaga keharmoniannya.
Kelemahan fisik bukan sebagai faktor penentu keberhasilan seseorang. Banyak tokoh monumental yang menggapai kesuksesan meskipun fisik menjadi titik lemahnya. Sebut saja Stevie Wonder seorang penyanyi terkenal, komposer, dan produser sudah masuk dapur rekaman meski menderita buta sejak lahir. Franklin D. Roosevelt, Presiden Amerika pada era perang dunia II yang memimpin amerika dengan duduk di kursi roda karena menderita volio. Sejarah Islam juga mencatat bahwa Bilal bin Rabbah adalah seorang budak berkulit hitam yang terjamin masuk surga walaupun dalam kondisi fisik dan penampilan yang berbeda dari masyarakat pada saat itu.
Siswa korban bully juga harus diberi motivasi agar perbuatan temannya tidak mengurangi kepercayaan diri baik di kelas maupun dalam kehidupan nantinya. Pemberian contoh tokoh fenomenal seperti yang telah disebutkan diatas, diharapkan bisa memupuk kepercayaan diri peserta didik. Kasus tokoh, dan selebriti yang pernah mengalami kekerasan verbal juga bisa disampaikan ketika menyampaikan motivasi.
Adalah Giring, sang Vokalis Group Band Nidji saat kecil pernah menjadi korban ejekan teman-temannya. Menurut pengakuannya saat kecil teman-temannya mengejek dengan memanggil “giring Bola “ padanya. Artis yang kecilnya berbadan kurus dan berambut keriting ini pernah merasakan stress dan berujung protes kepada orang tuanya tentang nama giring. Ternyata namanya diambil dari Nama tokoh yang membawa Agama Islam di Indonesia yaitu Ki Ageng Giring. Mengetahui makna dibalik namanya, giring akhirnya bangkit dan percaya diri dengan namanya. Akhirnya dia bahkan bisa terkenal dengan nama yang awalnya dianggap aneh oleh teman temannya.
Guru juga harus membekali kepada anak yang sering menjadi korban bully agar tidak terpancing emosi. Ketika bully teman-teman ditanggapi dengan emosi, maka korban akan selalu menjadi langganan. Berbeda jika korban mendiamkan, ejekan ataupun hinaan tidak menghasilkan sesuatu yang diharapkan.
Nur Sabani
Sabtu, 07 September 2019
PERBEDAAN FISIK SISWA
Biografi KH. Nur Sabani, M.Pd.I (Pengasuh PP. ADDABA)
LINK BIOGRAFI






0 komentar:
Posting Komentar
KOMENTAR :