Jumat, 06 September 2019

PAHAMI PERBEDAAN INTELEKTUAL SISWA

Salah satu kemampuan pedagogik guru adalah memahami karakteristik peserta didik. Tujuannya, adalah agar guru mampu merencanakan pembelajaran  di kelas dengan baik. Aspek karakteristik peserta didik terdiri dari fisik, moral, spiritual, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. Jika guru memahami karakteristik peserta didik maka diharapkan akan mampu membedakan dan mengoptimalkan potensi berdasarkan kemampuan, serta mengatasi kesulitan belajar peserta didik.

Aspek karakteristik peserta didik yang menarik dibahas adalah aspek intelektual. Setiap peserta didik mempunyai kemampuan dan potensi yang berbeda, termasuk potensi intelektual. Guru bertugas untuk memaksimalkan potensi tersebut. Intelektual biasanya dihubungkan dengan kecerdasan yang mengerucut pada prestasi akademik. Pandangan inilah yang menyebabkan adanya julukan genius, cerdas, normal, dan bodoh.  Label cerdas dan tidak cerdas baik melalui tes IQ maupun ungkapan yang diucapkan ini seakan merupakan indikator seseorang untuk menggapai kesuksesan di masa yang akan datang.

Munif Chatib, seorang pakar pendidikan yang bermadzhab Gardner menggugah dunia pendidikan untuk memahami kembali makna kecerdasan. Menurutnya, memahami kecerdasan merupakan awal dari aplikasi banyak hal yang terkait dalam diri manusia, terutama dalam dunia pendidikan. Menurut pengarang buku “Sekolahnya Manusia” ini, kecerdasan manusia itu selalu berkembang. Guru dan orang tua harus mengetahui kecenderungan kecerdasan yang paling menonjol dan berpengaruh agar pembelajaran berhasil. Teori multiple Intelligences temuan Dr. Howard Gardner mengungungkapkan bahwa tidak ada siswa yang bodoh. Setiap siswa pasti memiliki kecenderungan kecerdasan yang merupakan hasil dari kebiasaan siswa tersebut dalam berinteraksi baik dengan diri sendiri maupun orang lain. Untuk itulah maka teori ini menyarankan untuk mempromosikan kemampuan dan mengubur kelemahan anak.

Terlepas dari pro kontra multiple Intelligences ini, teori ini telah mengingatkan kita bahwa cara berfikir siswa berbeda beda. Sekolah dan guru akan berhasil jika mampu menghargai berbagai jenis kecerdasan siswa. Untuk itu, guru terlebih dahulu mencari tahu karakter peserta didik dalam belajar. Selanjutnya guru akan merancang strategi, metode, dan model yang sesuai dengan karakter belajar peserta didik.  Kegagalan siswa mencerna informasi disebabkan oleh ketidaksesuaian gaya mengajar guru dengan gaya belajar siswa

Nur Sabani

0 komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR :

Biografi KH. Nur Sabani, M.Pd.I (Pengasuh PP. ADDABA)

LINK BIOGRAFI