SERVICE PLUS PLUS
Dengan semboyan Ikhlas Beramal, instansi Kementerian Agama sudah mempunyai pondasi pemikiran untuk mengadakan Excellent Service (Layanan Prima). Semboyan tersebut tentu tak terwujud jika belum didukung oleh seluruh elemen di Kementerian Agama. Untuk mengadakan pelayanan prima harus di dukung dengan pribadi-pribadi yang prima. Salah satu indikator seseorang dikatakan mempunyai pribadi prima adalah memiliki ketulusan dan keikhlasan dalam bekerja. Semua standar pelayanan baik waktu, biaya, produk dan sarana pelayanan juga tergantung pada keikhlasan pelayan. Waktu penyelesaian tidak akan lama jika dalam bekerja didasari ikhlas. Tidak ada biaya tambahan yang memberatkan masyarakat jika melayani dengan ikhlas. Produk layanan akan berkualitas serta memuaskan publik jika ikhlas menjadi dasarnya. Dukungan sarana yang memadai juga bisa terwujud jika kita ikhlas menyediakannya. Ikhlas Beramal janganlah dijadikan simbol belaka tanpa makna, akan tetapi harus diaktualisasikan dalam bekerja.
Sayangnya kata Ikhlas masih dipandang miring oleh sebagian masyarakat seakan ikhlas hanya sebatas kemampuan pelayan sehingga menafikan standar layanan yang baik. Ungkapan “Asal Ikhlas” masih terdengar meskipun diungkapkan dengan nada humor. Ikhlas juga berarti tulus hati, yang berarti mengerjakan sesuatu karena Allah oleh karena itu harus dikerjakan sebaik baiknya untuk menghasilkan sesuatu yang maksimal. Dengan demikian pelayanan ikhlas adalah pelayanan yang dikerjakan dengan tulus hati dan profesional, dengan tetap berpedoman pada standar pelayanan yang baik serta memuaskan stakeholders.
Selain modal ikhlash, untuk menjadi excellent server PNS Kementerian Agama harus meneladani sifat Nabi Muhammad SAW dalam memberikan pelayanan. Siddik, melayani dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur, maupun standar layanan. Sesuatu yang dilaksanakan dengan benar tentu akan memuaskan baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Amanah, adalah konsisten dan komitmen untuk melaksanakan tugas sesuai dengan target yang hendak dicapai. Hindari mempersulit dan terbelit belit dalam memberikan layanan. Tabligh, menyampaikan informasi dengan transparan dan terbuka. Dalam pelayanan diperlukan adanya komunikasi terutama kepada stakeholder dengan ramah dan menampilkan pribadi yang sopan dan penuh penghormatan. Dengan komunikasi yang baik dan efektif keinginan stakeholders akan mudah diserap dan ditindaklanjuti. Selanjutnya dapat menjadi acuan pelayanan. Fathanah, kualitas kompetensi individu harus sesuai dengan tugas yang dilaksanakan. Dengan individu yang cerdas, akan menghasilkan produk yang cerdas juga.
Dengan meneladani Sifat Nabi Muhammad SAW dan didasari dengan niat Ikhlas dalam bekerja, layanan akan tercatat sebagai amal ibadah dan mendapatkan pahala. Itulah layanan yang berdampak pada dunia dan akherat. Dengan demikian Kementerian Agama akan selalu memberikan layanan plus.
Selamat Melayani! Semoga sukses.
Nur Sabani, S.Ag.
Kauman Prembun Kebumen
Rabu, 23 Februari 2011
IKHLAS
Biografi KH. Nur Sabani, M.Pd.I (Pengasuh PP. ADDABA)
LINK BIOGRAFI






0 komentar:
Posting Komentar
KOMENTAR :