Toleran

Agar engkau bisa bijak dalam menyikapi sesuatu dan tidak menganggap menjadi makhluk paling sempurna.

Bersama untuk berbagi

Berbagi informasi adalah belajar transparansi. Mnjadi sarana untuk memperbaiki diri.

Mendidik dengan cinta

Menjadikan pembelajaran bermakna. Memandang siswa memiliki kesempatan memiliki pengetahuan dengan bermacam kecerdasan yang mereka miliki.

Agama sebagai pondasi keyakinan hidup

Tanpa memandang remeh keyakinan lain.

Rabu, 16 Maret 2011

LOMBA CERPEN

IKUTI LOMBA CERPEN 




Video Motifasi

Berikut ini beberapa video Motifasi yang bisa di download untuk keperluan pendidikan maupun training.

Kata Motifasi

Inspirasi melawan diri
Jagalah Pikiranmu
Mengenal potensi diri
Meditasi ketenangan
Saat kesedihan datang

Kamis, 10 Maret 2011

Media Pembelajaran Akhlak

Contoh beberapa arsip berita TV yang dapat dimanfaatkan untuk Media Pembelajaran Akhlak/ dan Mata Pelajarann lain yang mempunyai tema sama :
  • Tema Kerja Keras, Iktiar, Usaha
  1. Happy, Anak miskin yang jadi Pengusaha
  2. Abu Rizal Bakri, pernah miskin
  3. Modal Sedikit akhirnya sukses
  4. Putus sekolah Sukses
  5.  
    TAKDIR DAN KIYAMAT
  1. Kisah takdir
  2. Tanda Hari Kiamat
  3. Tanda Hari Kiyamat
  4.  GAMBARAN HARI KIYAMAT
  5. Siksa Kubur
TOLERANSI
  1. Gereja Berdampingan Masjid
  2. Buka Bersama antara kristen dan Islam
  3. Kerukunan di Bali

      Rabu, 09 Maret 2011

      Mario Teguh Tips

      • Kita menilai diri dari apa yang kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan. Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan
      • Bukan pertumbuhan yang lambat yang harus anda takuti. Akan tetapi anda harus lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. Maka tumbuhkanlah diri anda dengan kecepatan apapun itu.
      • Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda
      • Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil
      • Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai. Dan seringkali anda menghindari orang yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
      • Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan
      • Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan adalah cara gembira menuju kegagalan
      • Jangan menolak perubahan hanya karena anda takut kehilangan yang telah dimiliki, karena dengannya anda merendahkan nilai yang bisa anda capai melalui perubahan itu
      • Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila cara-cara anda baru
      • Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan. Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong bila sikap anda salah
      • Orang lanjut usia yang berorientasi pada kesempatan adalah orang muda yang tidak pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi pada keamanan, telah menua sejak muda
      • Hanya orang takut yang bisa berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani
      • Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan stress adalah kemampuan memilih pikiran yang tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
      • Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan yang kemudian anda dapat
      • Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku seperti orang yang terus memeras jerami untuk mendapatkan santan
      • Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang yang berbakat
      • Kita lebih menghormati orang miskin yang berani daripada orang kaya yang penakut. Karena sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa depan yang akan mereka capai
      • Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita ketahui, kapankah kita akan mendapat pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
      • Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin. Dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik dari yang mungkin anda capai.
      • Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah.
      • Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa mengupayakan pelayanan yang terbaik.
      • Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang baik, maka andalah yang akan dicari uang
      • Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri
      • Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi orang tua yang masih melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan saat muda.
      • Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita kaya, tetapi menggunakannya dengan baik adalah sumber dari semua kekayaan

      Selasa, 08 Maret 2011

      Foto Kegiatan Penulis

      Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan
      (Penulis menjadi Pemakalah dalam Kegiatan LDK)

      Kegiatan Pendistribusian Zakat dan Infak MTsN Prembun 2010
      (Penulis sebagai ketua dalam kegiatan)

      Penulis menjadi pembimbing dua anak didik
      Setelah menerima piala dalam Lomba Pidato Tk. Kab. Kebumen 2011
      Penulis sedang bertugas memimpin do'a dalam suatu acara

      Dokemantasi Pembelajaran

       
       Pembelajaran Dengan pemanfaatan News Media

       Peserta Didik  tertarik sehingga mempercepat Felling the Good
      Ketertarikan akan menjadikan mereka termotifasi
      Pendidik semakin mudah menyampaikan pesan moral

      Iman Kepada Qadha dan Qadar

      -->
      IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR

      A.    PENDAHULUAN

      Perbedaan keadaan baik fisik, maupun materi yang terjadi diantara manusia terkadang membuat manusia ada yang menerimanya, tapi juga banyak yang bertanya-tanya. Sebenarnya keadaan tersebut tidak luput dari kehendak dan kekuatan Tuhan. Kehendak dan ketentuan Allah terhadap manusia itu dinamakan Qadha dan Qadar.
      Kita  melihat bahwa ada orang yang  pandai ada pula yang kurang pandai. Ternyata orang-orang yang pandai itu selalu disiplin menepati jadwal yang telah dibuatnya, sehingga ia pandai membagi waktu untuk belajar, beribadah, bermain dan beristirahat. Waktu untuk bermain hanya terbatas, sementara waktu belajar lebih banyak . 
      Ada yang kaya ada pula yang tidak terlalu kaya atau miskin. Ternyata orang yang kaya bekerja lebih rajin, tidak bermalas-malasan dan tidak pantang menyerah. Mengapa semua itu terjadi? Siapa yang menyebabkan dan mengaturnya? Dialah Allah SWT, yang membuat hukum dan ketentuan. Hukum dan ketentuan Allah SWT itu disebut Qadha dan Qadar. Orang yang mengaku Islam harus percaya adanya Qadha dan Qadar Allah karena dia merupakan rukun iman yang ke enam.

       a.      Pengertian Qadha dan Qadar 
      Kata qadha berasal dari Bahasa Arab  قَضَى – يَقْضِىْ - قَضَاءً  qadha menurut bahasa adalah ketentuan atau ketetapan. Sedangkan menurut istilah adalah ketetapan atau ketentuan Allah sejak zaman azali, yang belum diketahui dan belum diterima oleh makhluk-Nya. Azali artinya ketetapan itu sudah ada sebelum keberadaan makhluk.
      Qadar juga berasal dari Bahasa arab  قَدَرَ – يَقْدِرُ – قَدْرًا. Menurut bahasa qadar berarti ukuran atau aturan. Secara istilah qadar berarti ketentuan atau ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah atas makhluk-Nya dan telah diterima serta telah berlaku bagi makhluk-Nya.  

      b.      Pengertian beriman kepada Qadha dan Qadar 

      Beriman kepada qadha dan qadar atau yang biasa disebut takdir berarti kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala yang terjadi di dunia ini sesuai kehendak Allah dan sesuai dengan aturan yang diciptakan-Nya. Dalam memahami pengertian qadha dan qadar harus dilandasi dengan iman dan ilmu yang benar karena jika tidak kita akan terperangkap pada pemahaman yang salah. Misalnya kita beranggapan bahwa nasib baik dan buruk seseorang telah ditentukan oleh Allah secara pasti sehingga manusia hanya sebagai pelaksana tanpa memiliki sedikit pun peran dalam menentukan nasibnya. Oleh sebab itu kita perlu memahaminya secara baik dan benar sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an. 

      Ulama berpendapat bahwa taqdir terbagi menjadi dua, yaitu: takdir mubram dan takdir muallaq. 
      1) Takdir mubram  
      Takdir mubram yaitu takdir yang tidak dapat diubah atau diusahakan oleh manusia. Semua terjadi semata-mata karena kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa. Takdir ini pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan kejadiannya. Contoh takdir mubram adalah lahir, kematian, jodoh, rezeki dan kiyamat.

      2) Takdir muallaq 
      Takdir muallaq yaitu takdir yang erat kaitannya dengan usaha manusia. Artinya takdir itu terjadi berkaitan dengan usaha manusia. Dalam hal ini dapat diambil contoh keadaan manusia karena usaha kerasnya hingga menjadi orang yang sukses dan kaya, usaha ingin tetap sehat dengan cara rajin berolah raga, usaha temanmu yang sangat rajin belajar sehingga menjadi yang terpandai di kelasnya, dan sebagainya. Sesuai dengan firman Allah di dalam surat An-Najm ayat 39, yang artinya: 
      Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.(QS An-Najm/53: 39) 
      Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Adil. Ketentuan (qadla) maupun keputusan (qadar) Allah SWT berjalan sesuai dengan kehendaknya  dengan memperhatikan proses sebab akibat. Proses sebab akibat ini disebut sunatullah. Dalam istilah populer disebut Hukum Kausalitas (Causatife). 

      c.  Bukti atau dalil kebenaran adanya Qadha dan Qadar  
      Di dalam Al-Qur’an diterangkan tentang iman kepada qadha dan qadar pada banyak ayat, 3 di antaranya adalah: 
      1)      Surat Al-Ahzab ayat 36 yang artinya : 
      Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.( QS. Al-Ahzab/33: 36)
      2)      Surat Al-Qamar: 49 yang artinya:
      Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS Al-Qamar : 49). Pada ayat ini qadar berarti ukuran atau aturan yang diciptakan Allah dan manusia terikat oleh aturan tersebut.
      3)      Surat Maryam : 21, yang artinya : 
      “Dan yang demikian itu urusan yang telah ditentukan” (QS.Maryam:21) 

      Dari beberapa ayat di atas dapat dipahami bahwa semua makhluk telah ditetapkan takdirnya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam raya ini dari sisi kejadiannya, dalam kadar atau ukuran tertentu, pada tempat dan waktu tertentu itulah yang disebut takdir. Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu dan Allah menuntun serta menunjukkan kepada mereka arah yang seharusnya mereka tuju.  

      d.      Contoh Peristiwa yang Berhubungan dengan Qadha dan Qadar 
      Untuk memperjelas pemahaman tentang Qadha dan Qadar, berikut ini  disajikan beberapa contoh sebagai berikut: 
      1)      Allah berkehendak menciptakan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Ketetapan ini sebagai qadha-Nya. Untuk mewujudkan kehendak-Nya, Allah membekali ciptaan-Nya tersebut dengan akal pikiran. Namun demikian manusia tetap memiliki kemampuan yang terbatas sesuai dengan ukuran yang diberikan kepadanya. Misalnya, manusia tidak dapat terbang. Ini merupakan batas kemampuan yang dianugerahkan Allah kepadanya, manusia tak bisa melampauinya, kecuali jika ia menggunakan akalnya untuk menciptakan suatu alat. Namun akalnya pun mempunyai ukuran yang tidak mampu dilampaui. Manusia berada di bawah hukum-hukum Allah sehingga yang kita lakukan juga tidak terlepas dari hukum-hukum-Nya. Tetapi karena hukum-hukum tersebut cukup banyak dan kita diberi kemampuan memilih, maka kita dapat memilih yang mana di antara takdir yang telah ditetapkan Allah terhadap alam yang kita pilih. Api ditetapkan panas dan membakar; sedangkan angin dapat menimbulkan kesejukan atau dingin. Itu takdir Allah, manusia boleh memilih api yang membakar atau angin yang sejuk. Di sinilah pentingnya pengetahuan dan perlunya petunjuk dari Allah.  
      2)      Allah SWT menentukan bahwa si Abdullah menjadi seorang presiden di negara Indonesia. Ketentuan tersebut merupakan qadla Allah SWT. Untuk mendukung ketentuan Allah SWT tersebut, maka Allah SWT memberikan kemampuan/potensi kepada Abdullah  sebagai seorang presiden. Proses si Abdullah dari awal sampai terpilihnya ia menjadi seorang presiden disebut ikhtiar. Faktor- faktor yang mendukung ia menjadi seorang presiden bukanlah suatu kebetulan, tetapi termasuk bagian dari ketentuan Allah SWT. Sedangkan  ketika ia telah terpilih menjadi seorang presiden merupakan qadar Allah SWT.  
      3)      Allah menetapkan (Qadha) harus ada kehidupan di dunia ini. Untuk mewujudkan kehendaknya Allah menciptakan matahari sebagai sarana kehidupan. Penciptaan matahari ini disebut Qadar. 

      e.       Perilaku Orang yang Beriman kepada Qadha dan Qadar 
      Orang yang terbaik di sisi Allah SWT bukanlah orang yang tidak pernah mendapatkan ujian-ujian dari Allah,  tetapi justru orang yang sering mendapat ujian dari-Nya. Hamba-hamba Allah yang  termasuk Ulul Azmi adalah contoh manusia-manusia yang sabar dan tabah dalam menghadapi segala hambatan,  tantangan  dan ujian yang diberikan Allah SWT. 

      Sebagai orang yang beriman kepada Allah, sikap yang terbaik dalam menghadapi setiap Qadha dan Qadar Allah SWT adalah sebagai berikut: 
      1)      Sabar atau tabah hati 
      Sabar dalam pengertian luas adalah menahan diri dalam menanggung suatu penderitaan, baik dalam menemukan sesuatu yang tidak diinginkan maupun dalam bentuk kehilangan sesuatu yang disenangi. Para ahli tasawuf membagi kesabaran dalam tiga macam, yaitu: sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan kewajiban dari Allah SWT dan sabar dalam menahan diri untuk tidak melakukan segala maksiat.
      Sikap manusia yang benar keimanannya adalah sikap yang sabar dalam menerima ujian dan cobaan dari Allah SWT. Keimanan  itu akan diuji oleh Allah SWT dengan cobaan-cobaan, siapa yang benar keimanannya dia akan menerima bahwa Allah SWT memang menguji dirinya dengan cobaan-cobaan itu. Dan Allah tidak memberi ujian di luar batas kemampuan manusia meskipun kelihatannya berat bahkan kadangkala bertubi-tubi (tak henti-henti). Dan jika kita bisa melampaui semua ujian tersebut Allah akan mengangkat derajat kita lebih tinggi. 

      2)      Tidak putus asa 
      Salah satu watak dasar manusia adalah sering berkeluh kesah. Ketika diberikan kecukupan rizki, kebanyakan orang tidak bersyukur,  namun apabila diberi sedikit ujjian dia akan berputus asa. Jika seorang mukmin putus asa dalam menerima ujian dari Allah SWT, sesungguhnya keimanannya itu telah rapuh. Maka ujian iman itu merupakan barometer (alat ukur) untuk menilai kadar keimanan seseorang. Misalnya seorang mukmin mendapat cobaan dari Allah SWT berupa kekurangan harta, ia berputus asa dengan tidak bekerja keras, bahkan melakukan pekerjaan haram untuk memenuhi hajat hidupnya. Jalan yang ditempuhnya menunjukkan keputusasaan dia dalam menerima takdir Allah SWT. Atau ada seorang pelajar kebetulan kemampuanya relatif tertinggal dengan teman sekelasnya, dia putus asa, dia enggan belajar dengan sungguh-sungguh, bahkan selalu menyiapkan contekan sebelum ulangan/ujian. 
      3)      Ikhlas, tawadhu dan tidak takabur 
      Ikhlas artinya tulus, sepenuh hati menerima sesuatu. Dalam hubungan dengan qadha dan qadar, yang dimaksud ikhlas adalah menerima segala ketentuan Allah SWT dengan ridha. Maksud ridha di sini adalah hendaknya kita bersyukur jika takdir yang terjadi pada kita adalah sesuatu yang menggembirakan. Kita rendah hati (tawadhu’) bahwa nikmat yang kita peroleh itu karena anugerah dari Allah semata. Kita tidak boleh takabur (sombong) seakan akan keberhasilan itu mutlak karena usaha kita. Jika kita ditimpa sesuatu yang merugikan, maka kita harus sabar. Ridha terhadap qadha dan qadar hukumnya wajib. Dasarnya adalah hadis Qudsi berikut:
      عَنْ أَبِي هِنْدٍ الدَّارِيِّ الْحَجَّامِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَيَصْبِرْ عَلَى بَلائِي فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا سِوَايَ (. رواه الطبراني)
      Artinya:   
      Dari Abi Hindun Ad Dari Al Hajami berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW Bersabda: Allah  berfirman: Barangsiapa yang tidak ridha terhadap qadla-Ku dan tidak sabar menerima cobaan-Ku, maka carilah olehmu Tuhan selain Aku.(HR Ath-Thabrani) 


      4)      Tawakkal
      Secara bahasa tawakkal berarti berserah diri, sedangkan secara istilah berarti berserah diri kepada qadha dan qadar Allah SWT setelah berusaha (ikhtiar) sekuat mungkin sesuai dengan kewajibannya sebagai manusia. Firman Allah di dalam surat At-Thalaq ayat 3:
      وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلىَ اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ( الطلاق : 3)
      Artinya:
      Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah,  maka Allah SWT akan mencukupkan (keperluannya ) (QS At-Thalaq/65: 3)

      5)      Semangat Ikhtiar

      Jika manusia sadar bahwa kebahagiaan tidak datang begitu saja melainkan harus diusahakan dan diperjuangkan maka dia akan khawatir jika tidak berusaha secara sungguh-sungguh walaupun yang datang kadangkala bukan kebahagiaan tetapi sesuatu yang menyusahkan. Sebab itu manusia harus bekerja keras sebagaimana firman Allah di dalam surat Al-Qashash:

      Artinya:
      Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.(QS Al-Qashash/28: 77)
      f.    Dampak Positif Orang yang Beriman kepada Qadha dan Qadar
      1.      Berjiwa qana’ah (rela menerima kenyataan hidup) dengan ikhlas
      2.      Berani menghadapi persoalan dalam hidup karena yakin bahwa yang dialami adalah ujian dari Allah SWT
      3.      Memiliki Jiwa yang tenang dan tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan yang kurang baik
      g.  Hikmah Beriman kepada Qadha dan Qadar
                           Sesungguhnya pada ketentuan-ketentuan Allah terdapat banyak hikmah bagi orang-orang yang mengetahuinya. Demikian juga pada qadha dan qadar Allah terdapat hikmah antara lain:
               1)  Melatih diri untuk menjadi orang yang bersyukur atas nikmat Allah SWT
      2)   Mendidik diri untuk memiliki jiwa yang ikhlas dalam menghadapi kenyataan hidup
      3)   Bersikap sabar dalam menghadapi kegagalan atau suatu musibah
      4)   Optimis, terus berusaha dan pantang menyerah serta bertawakkal dalam menggapai suatu cita-cita
      5)   Selalu berprasangka baik (khusnudlan) kepada Allah ketika menghadapi kesulitan hidup
      6)   Meyakini dalam hati bahwa keadaan yang dialami manusia (yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan) merupakan ujian dari Allah SWT
      7)   Terus giat bekerja dan belajar sebagai bentuk mensyukuri nikmat jasmani dan rohani
      8)   Tetap tawadhuk dan tidak sombong ketika sedang berlimpah harta
      9) Meyakini bahwa di balik setiap musibah pasti ada hikmah yang kita peroleh.

      TENTANG SAYA

      NUR SABANI, S.Ag.


      -->
      TEMPAT TANGGAL LAHIR
      Kebumen, 26 Juli 1978
      ALAMAT
      Desa Sitibentar, RT.06/I, Mirit, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia
      PEKERJAAN 
      Guru Akidah Akhlak Pada MTs Negeri 7 Kebumen, Jawa Tengah


      PENDIDIKAN FORMAL :
      1. SD NEGERI SITIBENTAR, MIRIT, KEBUMEN
      2. MTs NEGERI PREMBUN, Lulus Tahun 1993
      3. MAN 2 KEBUMEN, Lulus Tahun 1996
      4. FAKULTAS SYARI'AH IAIN WALISONGO SEMARANG, Lulus Tahun 2000
      5. AKTA IV UT, KEDIRI, JAWA TIMUR, Lulus Tahun 2002
      6. MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM UNSIQ WONOSOBO

      PENDIDIKAN NON FORMAL :

      1. PP. Al-Huda, Jetis Kutosari Kebumen, 1993-1995
      2. PP. DARUSSALAM, adikarso, Kebumen, 1995-1996
      3. PP. FUTUHIYYAH, Mangkang Kulon, Tuhu, Semarang, 1996-2000
      4. PP. DUA BAHASA "DARUL FALAH", Tulungrejo, Pare Kediri, Tahun 2000-2002
      5. Mahesa English, Tulungrejo, Pare, Kediri Tahun 2000-2002
      6. Kanzullughoh, Pare, Kediri, Tahun 2000-2002

      Selasa, 01 Maret 2011

      Pembelajaran 3


      BAB  III
      IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR

      1.      STANDAR KOMPETENSI
      Meningkatkan keimanan kepada  Qadha dan Qadar
      2.      KOMPETENSI DASAR
      1.      Menjelaskan pengertian beriman kepada Qadha dan Qadar
      2.      Menunjukkan bukti atau dalil akan adanya Qadha dan Qadar
      3.      Menjelaskan berbagai tanda dan peristiwa yang berhubungan dengan Qadha dan Qadar
      4.      Menunjukkan ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar
      5.      Menampilkan perilaku yang mencerminkan keimanan kepada kepada Qadha dan Qadar



      Perbedaan keadaan baik fisik, maupun materi yang terjadi diantara manusia terkadang membuat manusia ada yang menerimanya, tapi juga banyak yang bertanya-tanya. Sebenarnya keadaan tersebut tidak luput dari kehendak dan kekuatan Tuhan. Kehendak dan ketentuan Allah terhadap manusia itu dinamakan Qadha dan Qadar.
      Kita  melihat bahwa ada orang yang  pandai ada pula yang kurang pandai. Ternyata orang-orang yang pandai itu selalu disiplin menepati jadwal yang telah dibuatnya, sehingga ia pandai membagi waktu untuk belajar, beribadah, bermain dan beristirahat. Waktu untuk bermain hanya terbatas, sementara waktu belajar lebih banyak .
      Ada yang kaya ada pula yang tidak terlalu kaya atau miskin. Ternyata orang yang kaya bekerja lebih rajin, tidak bermalas-malasan dan tidak pantang menyerah. 
      Mengapa semua itu terjadi? Siapa yang menyebabkan dan mengaturnya? Dialah Allah SWT, yang membuat hukum dan ketentuan. Hukum dan ketentuan Allah SWT itu disebut Qadha dan Qadar. Orang yang mengaku Islam harus percaya adanya Qadha dan Qadar Allah karena dia merupakan rukun iman yang ke enam.

      a.      Pengertian Qadha dan Qadar
      Kata qadha berasal dari Bahasa Arab  قَضَى – يَقْضِىْ - قَضَاءً  qadha menurut bahasa adalah ketentuan atau ketetapan. Sedangkan menurut istilah adalah ketetapan atau ketentuan Allah sejak zaman azali, yang belum diketahui dan belum diterima oleh makhluk-Nya. Azali artinya ketetapan itu sudah ada sebelum keberadaan makhluk.
      Qadar juga berasal dari Bahasa arab  قَدَرَ – يَقْدِرُ – قَدْرًا. Menurut bahasa qadar berarti ukuran atau aturan. Secara istilah qadar berarti ketentuan atau ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah atas makhluk-Nya dan telah diterima serta telah berlaku bagi makhluk-Nya.  
      b.      Pengertian beriman kepada Qadha dan Qadar
      Beriman kepada qadha dan qadar atau yang biasa disebut takdir berarti kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala yang terjadi di dunia ini sesuai kehendak Allah dan sesuai dengan aturan yang diciptakan-Nya. Dalam memahami pengertian qadha dan qadar harus dilandasi dengan iman dan ilmu yang benar karena jika tidak kita akan terperangkap pada pemahaman yang salah. Misalnya kita beranggapan bahwa nasib baik dan buruk seseorang telah ditentukan oleh Allah secara pasti sehingga manusia hanya sebagai pelaksana tanpa memiliki sedikit pun peran dalam menentukan nasibnya. Oleh sebab itu kita perlu memahaminya secara baik dan benar sesuai dengan ayat-ayat Al-Qur’an.
      Ulama berpendapat bahwa taqdir terbagi menjadi dua, yaitu: takdir mubram dan takdir muallaq.
      1) Takdir mubram
      Takdir mubram yaitu takdir yang tidak dapat diubah atau diusahakan oleh manusia. Semua terjadi semata-mata karena kekuasaan Allah Yang Maha Perkasa. Takdir ini pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan kejadiannya. Contoh takdir mubram adalah lahir, kematian, jodoh, rezeki dan kiyamat.
      Contoh kasus takdir mubram adalah seperti kisah berikut :
      Bu Waras sakit parah, walaupun sudah berikhtiar berobat ke dokter ahli baik di dalam maupun di luar negeri jika Allah menentukan ajalnya tiba maka tak ada yang bisa menolongnya. Bu Waras akhirnya meninggal dunia. Dan pada kasus yang lain, seseorang yang tertimpa reruntuhan bangunan karena terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat  hingga  terluka parah, patah kaki dan tangannya jika belum sampai ajalnya maka dia tidak mati.

      Sesuai dengan Firman Allah SWT:
      Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) memajukan(nya). (QS Yunus/10: 49)

      2) Takdir muallaq
      Takdir muallaq yaitu takdir yang erat kaitannya dengan usaha manusia. Artinya takdir itu terjadi berkaitan dengan usaha manusia.
      Dalam hal ini dapat diambil contoh keadaan manusia karena usaha kerasnya hingga menjadi orang yang sukses dan kaya, usaha ingin tetap sehat dengan cara rajin berolah raga, usaha temanmu yang sangat rajin belajar sehingga menjadi yang terpandai di kelasnya, dan sebagainya.
      Sesuai dengan firman Allah di dalam surat An-Najm ayat 39, sebagai berikut:
      Artinya:
      Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.(QS An-Najm/53: 39)

      Allah SWT adalah Tuhan Yang Maha Adil. Ketentuan (qadla) maupun keputusan (qadar) Allah SWT berjalan sesuai dengan kehendaknya  dengan memperhatikan proses sebab akibat. Proses sebab akibat ini disebut sunatullah. Dalam istilah populer disebut Hukum Kausalitas (Causatife).
      c.  Bukti atau dalil kebenaran adanya Qadha dan Qadar
      Di dalam Al-Qur’an diterangkan tentang iman kepada qadha dan qadar pada banyak ayat, 3 di antaranya adalah:
      1)      Surat Al-Ahzab ayat 36:
      Artinya:
      Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata.( QS. Al-Ahzab/33: 36)

      Ayat tersebut di atas menerangkan kepada kita tentang qadha atau ketetapan hukum.
      2)      Surat Al-Qamar: 49
      Artinya:
      Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (QS Al-Qamar : 49)
      Pada ayat di atas qadar berarti ukuran atau aturan yang diciptakan Allah dan manusia terikat oleh aturan tersebut.
      3)      Surat Maryam : 21
      وَكَانَ اَمْرًا مَقْضِيًّا (مريم : 21)
      Artinya:
      “Dan yang demikian itu urusan yang telah ditentukan” (QS.Maryam:21)
      Dari beberapa ayat di atas dapat dipahami bahwa semua makhluk telah ditetapkan takdirnya. Peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam raya ini dari sisi kejadiannya, dalam kadar atau ukuran tertentu, pada tempat dan waktu tertentu itulah yang disebut takdir. Mereka tidak dapat melampaui batas ketetapan itu dan Allah menuntun serta menunjukkan kepada mereka arah yang seharusnya mereka tuju.

      d.      Contoh Peristiwa yang Berhubungan dengan Qadha dan Qadar
      Untuk memperjelas pemahaman tentang Qadha dan Qadar, berikut ini  disajikan beberapa contoh sebagai berikut:
      1)      Allah berkehendak menciptakan manusia sebagai khalifah (pemimpin) di bumi. Ketetapan ini sebagai qadha-Nya. Untuk mewujudkan kehendak-Nya, Allah membekali ciptaan-Nya tersebut dengan akal pikiran. Namun demikian manusia tetap memiliki kemampuan yang terbatas sesuai dengan ukuran yang diberikan kepadanya. Misalnya, manusia tidak dapat terbang. Ini merupakan batas kemampuan yang dianugerahkan Allah kepadanya, manusia tak bisa melampauinya, kecuali jika ia menggunakan akalnya untuk menciptakan suatu alat. Namun akalnya pun mempunyai ukuran yang tidak mampu dilampaui. Manusia berada di bawah hukum-hukum Allah sehingga yang kita lakukan juga tidak terlepas dari hukum-hukum-Nya. Tetapi karena hukum-hukum tersebut cukup banyak dan kita diberi kemampuan memilih, maka kita dapat memilih yang mana di antara takdir yang telah ditetapkan Allah terhadap alam yang kita pilih. Api ditetapkan panas dan membakar; sedangkan angin dapat menimbulkan kesejukan atau dingin. Itu takdir Allah, manusia boleh memilih api yang membakar atau angin yang sejuk. Di sinilah pentingnya pengetahuan dan perlunya petunjuk dari Allah.
      2)      Allah SWT menentukan bahwa si Abdullah menjadi seorang presiden di negara Indonesia. Ketentuan tersebut merupakan qadla Allah SWT. Untuk mendukung ketentuan Allah SWT tersebut, maka Allah SWT memberikan kemampuan/potensi kepada Abdullah  sebagai seorang presiden. Proses si Abdullah dari awal sampai terpilihnya ia menjadi seorang presiden disebut ikhtiar. Faktor – faktor yang mendukung ia menjadi seorang presiden bukanlah suatu kebetulan, tetapi termasuk bagian dari ketentuan Allah SWT. Sedangkan  ketika ia telah terpilih menjadi seorang presiden merupakan qadar Allah SWT.
      3)      Allah menetapkan (Qadha) harus ada kehidupan di dunia ini. Untuk mewujudkan kehendaknya Allah menciptakan matahari sebagai sarana kehidupan. Penciptaan matahari ini disebut Qadar.
      e.       Perilaku Orang yang Beriman kepada Qadha dan Qadar
      Orang yang terbaik di sisi Allah SWT bukanlah orang yang tidak pernah mendapatkan ujian-ujian dari Allah,  tetapi justru orang yang sering mendapat ujian dari-Nya. Hamba-hamba Allah yang  termasuk Ulul Azmi adalah contoh manusia-manusia yang sabar dan tabah dalam menghadapi segala hambatan,  tantangan  dan ujian yang diberikan Allah SWT.
      Sebagai orang yang beriman kepada Allah, sikap yang terbaik dalam menghadapi setiap Qadha dan Qadar Allah SWT adalah sebagai berikut:
      1)      Sabar atau tabah hati
      Sabar dalam pengertian luas adalah menahan diri dalam menanggung suatu penderitaan, baik dalam menemukan sesuatu yang tidak diinginkan maupun dalam bentuk kehilangan sesuatu yang disenangi. Para ahli tasawuf membagi kesabaran dalam tiga macam, yaitu: sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan kewajiban dari Allah SWT dan sabar dalam menahan diri untuk tidak melakukan segala maksiat.
      Sikap manusia yang benar keimanannya adalah sikap yang sabar dalam menerima ujian dan cobaan dari Allah SWT. Keimanan  itu akan diuji oleh Allah SWT dengan cobaan-cobaan, siapa yang benar keimanannya dia akan menerima bahwa Allah SWT memang menguji dirinya dengan cobaan-cobaan itu. Dan Allah tidak memberi ujian di luar batas kemampuan manusia meskipun kelihatannya berat bahkan kadangkala bertubi-tubi (tak henti-henti). Dan jika kita bisa melampaui semua ujian tersebut Allah akan mengangkat derajat kita lebih tinggi.

      2)      Tidak putus asa
      Salah satu watak dasar manusia adalah sering berkeluh kesah. Ketika diberikan kecukupan rizki, kebanyakan orang tidak bersyukur,  namun apabila diberi sedikit ujjian dia akan berputus asa. Jika seorang mukmin putus asa dalam menerima ujian dari Allah SWT, sesungguhnya keimanannya itu telah rapuh. Maka ujian iman itu merupakan barometer (alat ukur) untuk menilai kadar keimanan seseorang. Misalnya seorang mukmin mendapat cobaan dari Allah SWT berupa kekurangan harta, ia berputus asa dengan tidak bekerja keras, bahkan melakukan pekerjaan haram untuk memenuhi hajat hidupnya. Jalan yang ditempuhnya menunjukkan keputusasaan dia dalam menerima takdir Allah SWT. Atau ada seorang pelajar kebetulan kemampuanya relatif tertinggal dengan teman sekelasnya, dia putus asa, dia enggan belajar dengan sungguh-sungguh, bahkan selalu menyiapkan contekan sebelum ulangan/ujian.

      3)      Ikhlas, tawadhu dan tidak takabur
      Ikhlas artinya tulus, sepenuh hati menerima sesuatu. Dalam hubungan dengan qadha dan qadar, yang dimaksud ikhlas adalah menerima segala ketentuan Allah SWT dengan ridha. Maksud ridha di sini adalah hendaknya kita bersyukur jika takdir yang terjadi pada kita adalah sesuatu yang menggembirakan. Kita rendah hati (tawadhu’) bahwa nikmat yang kita peroleh itu karena anugerah dari Allah semata. Kita tidak boleh takabur (sombong) seakan akan keberhasilan itu mutlak karena usaha kita. Jika kita ditimpa sesuatu yang merugikan, maka kita harus sabar. Ridha terhadap qadha dan qadar hukumnya wajib. Dasarnya adalah hadis Qudsi berikut:
      عَنْ أَبِي هِنْدٍ الدَّارِيِّ الْحَجَّامِ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى:مَنْ لَمْ يَرْضَ بِقَضَائِي وَيَصْبِرْ عَلَى بَلائِي فَلْيَلْتَمِسْ رَبًّا سِوَايَ (. رواه الطبراني)
      Artinya:   
      Dari Abi Hindun Ad Dari Al Hajami berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW Bersabda: Allah  berfirman: Barangsiapa yang tidak ridha terhadap qadla-Ku dan tidak sabar menerima cobaan-Ku, maka carilah olehmu Tuhan selain Aku.(HR Ath-Thabrani)
          
      4)      Tawakkal
      Secara bahasa tawakkal berarti berserah diri, sedangkan secara istilah berarti berserah diri kepada qadha dan qadar Allah SWT setelah berusaha (ikhtiar) sekuat mungkin sesuai dengan kewajibannya sebagai manusia. Firman Allah di dalam surat At-Thalaq ayat 3:
      وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلىَ اللهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ( الطلاق : 3)
      Artinya:
      Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah,  maka Allah SWT akan mencukupkan (keperluannya ) (QS At-Thalaq/65: 3)

      5)      Semangat Ikhtiar

      Jika manusia sadar bahwa kebahagiaan tidak datang begitu saja melainkan harus diusahakan dan diperjuangkan maka dia akan khawatir jika tidak berusaha secara sungguh-sungguh walaupun yang datang kadangkala bukan kebahagiaan tetapi sesuatu yang menyusahkan. Sebab itu manusia harus bekerja keras sebagaimana firman Allah di dalam surat Al-Qashash:
      Artinya:
      Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.(QS Al-Qashash/28: 77)
      f.    Dampak Positif Orang yang Beriman kepada Qadha dan Qadar
      1.      Berjiwa qana’ah (rela menerima kenyataan hidup) dengan ikhlas
      2.      Berani menghadapi persoalan dalam hidup karena yakin bahwa yang dialami adalah ujian dari Allah SWT
      3.      Memiliki Jiwa yang tenang dan tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan yang kurang baik
      g.  Hikmah Beriman kepada Qadha dan Qadar
                           Sesungguhnya pada ketentuan-ketentuan Allah terdapat banyak hikmah bagi orang-orang yang mengetahuinya. Demikian juga pada qadha dan qadar Allah terdapat hikmah antara lain:
               1)   Melatih diri untuk menjadi orang yang bersyukur atas nikmat Allah SWT
      2)   Mendidik diri untuk memiliki jiwa yang ikhlas dalam menghadapi kenyataan hidup
      3)   Bersikap sabar dalam menghadapi kegagalan atau suatu musibah
      4)  Optimis, terus berusaha dan pantang menyerah serta bertawakkal dalam menggapai suatu cita-cita
      5)   Selalu berprasangka baik (khusnudlan) kepada Allah ketika menghadapi kesulitan hidup
      6)  Meyakini dalam hati bahwa keadaan yang dialami manusia (yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan) merupakan ujian dari Allah SWT
      7)   Terus giat bekerja dan belajar sebagai bentuk mensyukuri nikmat jasmani dan rohani
      8)   Tetap tawadhuk dan tidak sombong ketika sedang berlimpah harta
      9)   Meyakini bahwa di balik setiap musibah pasti ada hikmah yang kita peroleh.
      KONFIRMASI
      a. Tes Psikomotor
      1)   Tugas Individu
      Hafalkan dalil tentang qadha dan qadar yaitu Qur’an surat Al-A’la ayat 1-3, kemudian tulislah ayatnya dan terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia!
      2)   Tugas Kelompok
      Silakan kalian cari berita di koran, majalah atau media cetak lainnya tentang kesuksesan seseorang yang semula sangat miskin kemudian menjadi orang sukses. Ceritakan usaha-usaha yang dilakukan hingga mencapai kesuksesan dan hambatan-hambatan apa saja yang ditemui!
      b.      Tes Afektif
      Berilah tanda cek (  ) pada kolom setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan-pernyataan di bawah ini!
      NO
      KEJADIAN/PERISTIWA
      SETUJU
      TIDAK SETUJU
      1
      Menangisi dengan meronta – ronta dan menyesali kematian orang tua


      2
      Kita tidak perlu mempersiapkan masa depan kita karena sudah tercatat di lauhil mahfudz


      3
      Ketika menerima nikmat, kita bersikap biasa saja karena nikmat yang kita peroleh berkat kerja keras kita sendiri


      4
      Direktur Bank tidak perlu bekerja keras karena sudah banyak karyawan


      5
      Hadi merasa putus asa dan sedih berkepanjangan ketika dia tidak lulus dalam ujian akhir.


      6
      Siswa yang ber-IQ tinggi perlu belajar keras


      7
      Rehan selalu menyisihkan uang sakunya untuk kegiatan jum’at beramal (infak) di madrasahnya


      8
      Walaupun merasa sangat lapar dan haus, Alfin tidak mau jajan sembarangan karena dia ingin selalu menjaga kesehatannya.


      9
      Karena tidak mampu Matematika Andi membolos.


      10
      Pak Toro ingin anaknya mendapatkan pendidikan agama lebih baik ia menyekolahkan anaknya di MTs


          c. Tes Kognitif

      I.. Berilah tanda silang (x) pada huruf a,b,c dan d di depan jawaban yang paling  benar!
      1.      Kerusakan lingkungan, hancurnya biota, dan turunnya kualitas hidup merupakan proses sebab akibat. Proses sebab akibat dalam pemahaman orang  beriman disebut ...
      a. Qadha                                                                c. Sunnatullah
      b. Qadar                                                                d. Takdir mubram
      2.      Allah SWT telah menentukan perkara terhadap makhluk-Nya sejak jaman azali. Ketentuan ini disebut...
      a. Qadha                                                                c. Tadir
            b. Qadar                                                                d. Kalam
      3.      Beriman kepada takdir berarti menyakini dengan sepenuh hati bahwa segala yang ada di dunia ini terjadi menurut kuasa dan kehendak Allah SWT yang di dalamnya terdapat hubungan …. 
      a. yang erat                                                            c. yang baik
      b. sebab akibat                                                      d. harmonis
      4.      Takdir dibagi menjadi 2 yaitu .…
      a. mubram dan muallaq                                         c. mubram dan qadha
      b. muallaq dan qadar                                             d. muallaq dan ikhtiar
      5.      Pak Amat sudah bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi belum bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Sikap Pak Amat seharusnya ….
      a. menyerah  saja karena sudah berusaha              c. menyesali nasib karena tetap miskin
      b. tetap optimis sambil terus berusaha                  d. putus asa karena tidak terkabul
      6.      Firman Allah SWT Surat Yunus ayat 49 :
      Ayat di atas menjelaskan tentang kebenaran adanya….
      a. kematian                                                            c. kekuasaan Allah
      b. takdir mullaq                                                      d. takdir mubram
      7.      Aminah rajin beribadah dan rajin belajar, sehingga prestasinya sangat memuaskan. Pertasi Aminah tersebut  termasuk ….
      a. anugerah yang besar                                          c. takdir muallaq  
      b. hasil dari kerja keras                                          d. takdir mubram
      8.      Allah SWT akan mengubah nasib hamba-Nya, apabila hamba-Nya  berusaha mengubah nasib dirinya sendiri. Pernyataan ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an surat ….
      a. Yunus: 10                                                          c. Ar-Ra’ad: 10
      b. Yunus: 11                                                          d. Ar-Ra’ad: 11                          
      9.      Orang yang tawakkal sebenarnya sedang ….
      a. memikirkan usahanya                                        c. menunggu nasibnya
      b. merencanakan hasilnya                                     d. menunggu hasil usahanya
      10.  Petani yang beriman secara benar terhadap takdir Allah SWT, tidak akan putus asa apabila hasil pertaniannya mengalami kerugian yang besar karena gagal panen. Sikap petani tersebut termasuk ….
      a. sabar                                                      c. rendah hati
      b. pasrah                                                    d. rendah diri
       II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan tepat dan benar!

      1.      Jelaskan pengertian beriman kepada qadha dan qadar!
      2.      Tulisah dalil tentang kebenaran adanya takdir mubram!
      3.      Berikan contoh peristiwa yang berhubungan dengan qadha dan qadar!
      4.      Jelaskan 3 ciri perilaku orang yang beriman kepada qadha dan qadar!
      5.      Jelaskan manfaat orang yang beriman kepada qadha dan qadar?
      C.    PENUTUP
      1.      Coba kalian simpulkan materi pembelajaran yang telah disampaikan di atas bersama teman sebangkumu!
      2.      Tugas (di rumah)
      a.       Tugas individu
                           Amati perilaku orang-orang yang ada di lingkungan sekitar rumahmu, kemudian catat dan klasifikasikan sesuai dengan ciri-ciri perilaku orang yang beriman kepada Qadha dan Qadar (sabar; tawakkal; kerja keras dan tidak putus asa) satu peserta didik satu tema.
      b.      Tugas kelompok
                           Amati perilaku orang-orang yang ada di lingkungan sekitar rumahmu, kemudian catat dan klasifikasikan sesuai dengan ciri-ciri perilaku orang yang tidak beriman/mengingkari Qadha dan Qadar (sombong, mudah putus asa, pekerja keras tetapi jarang melakukan perintah Allah)
      3.      Informasi materi berikutnya.
      Setelah tugas individu dan kelompok dikerjakan maka untuk pertemuan selanjutnya, baca dan pahami materi tentang akhlak terpuji dalam pergaulan remaja.
      UJI KOMPETENSI I
      I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a,b,c atau d di depan  jawaban yang paling benar !

      1. Amir meninggal dunia saat berumur 13 tahun, ketentuan Allah SWT yang telah terjadi pada  makhluk-Nya disebut ....
      a. qadha                                                           b.qadar
      c. ikhtiar                                                          d.muallaq
      2.   Pak Ali menginginkan anaknya yang kedua nantinya lahir laki-laki, akan tetapi setelah lahir     seorang     perempuan, pengalaman pak Ali tersebut ....
                   a.qadha Allah SWT                                       b.qadar Allah SWT
                   c.qadha dan qadar                                         d.sunnatullah
      3.   Walaupun Pak Ayyub sudah divonis oleh dokter bahwa ia tidak bisa bertahan hidup lebih lama karena penyakitnya yang sudah akut tetapi jika Allah SWT  berkehendak  maka bisa saja dia hidup lebih lama bahkan sembuh total, hal ini contoh ....
                  a.takdir mutlak                                               b. Takdir mubram
                  c. ghairu mubram                                            d. Sunnatullah
      4.  Kejadian alam dan hal-hal yang berkaitan dengan perputaran tata surya kita sudah ada ketentuannya sejak zaman azali hal ini sesuai dengan ....
      a.qadar                                                            b.hukum alam
      c.qadha                                                            d.teori fisika
             5. Bumi mengelilingi matahari berdasarkan garis edarnya/porosnya sesuai dengan ketentuannya. Pada suatu hari Rima mendapat tugas dari gurunya untuk memperhatikan fenomena alam tersebut, hal ini dapat meningkatkan keimanan kita kepada ....
      a. Allah SWT                                                  b. qadha dan qadar
      c. malaikat                                                      d. hari akhir
            6.  Pada suatu saat nanti matahari yang memancarkan sinarnya yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan manusia dan makhluk hidup di jagad raya ini akan mengalami padam tidak bersinar dan dunia mengalami kebekuan dan kehancuran, peristiwa tersebut merupakan kejadian yang sudah menjadi ketetapan Allah SWT hal ini termasuk dalam.....
      a.qadha                                                              b.qadar
      c.qadha dan qadar                                            d.qadariyah
             7.  Kejadian dan peristiwa dialam ini seperti bencana yang menimpa negara kita akhir-akhir ini disebabkan oleh faktor alam dan juga manusia akan tetapi juga karena azab dari Allah SWT hal ini menyadarkan kita untuk tetap beriman kepada ....
      a. Allah SWT                                                  c. malaikat dan rasul-rasul-Nya
      b. hari akhir                                                     d. qadha dan qadar Allah SWT
      8.   Hasil panen Pak Jono tahun ini melimpah ruah. Dia mensyukurinya dengan     cara....
      a. Menggunakan hasil panen untuk diri sendiri
      b. Menggunakan hasil panen untuk berfoya-foya
      c. Meningkatkan ibadahnya kepada Allah SWT
      d. Membanggakan  hasil panennya
      9    Adanya makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya tidak sama merupakan tanda-tanda dari kebesaran Allah SWT. Manusia diciptakan sesuai dengan bentuk dan ukurannya. Hal ini disebutkan dalam al-Qur’an ....
      a. al-Qamar, 49                                                c. al-Ahzab, 64
      c. al-Qamar, 94                                                d. al-Ahzab, 63
      10. Pak Rudi terkena PHK dari perusahaan tempatnya bekerja. Sebagai orang yang beriman Pak Rudi bersikap ....
      a. Pasrah dan menyesali diri               
      b. Sabar dan terus berusaha
      c. Mengajak demo secara anarkis
      d. Marah-marah dan menyalahkan nasib
      II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban singkat dan tepat !
      1.   Jelaskan pengertian beriman kepada qadha dan qadar Allah!
      2.   Kamu tidak naik kelas. Sebagai orang yang beriman tindakan apa yang akan kamu lakukan?
      3.   Jelaskan cara mensyukuri nikmat Allah yang telah memberikan akal fikiran kepada kita!
      4.  
      Jelaskan nilai yang terkandung pada ayat tersebut di atas !
      6.      Jelaskan 3 ciri perilaku orang yang beriman kepada qadha dan qadar!

      UJI KOMPETENSI  II
      I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a,b,c atau d di depan  jawaban yang paling benar !
      1.      Secara Bahasa Qadha mempunyai arti ...
      a. Ukuran                                c. janjian
      b. Ketentuan                           d. aturan
      2.      Takdir dari Allah SWT yang masih bisa diusahakan oleh manusia disebut ...
      a. mukallaf                              c. mubram
      b. mu’allaq                              d. mubham
      3.      Rezeki manusia ditentukan Allah SWT. Hal ini adalah contoh dari ...
      a. mubram                               c. mu’alaq
      b. mukalaf                               d. mubham
      4.      Zaman Azali adalah ...
      a. ketika manusia lahir c. sebelum terjadi sesuatu
      b. kembali kepada khalik        d. ketika Allah menciptakan manusia
      5.      Qadha dan qadar dibicarakan dlam bidang ...
      a. ibadah                                  c. akhak
      b. muamalah                            d. akidah
      6.      Orang yang beriman kepada takdir pasti ...
      a. menunggu nasib                  c. berusaha sungguh-sungguh
      b. menyerah kepada Allah      d. berhubungan sebab akibat
      7.      Sebelum tawakal kita harus mengawali dengan ...
      a. berdo’a                                c. berencana
      b. berusaha                              d. bersyukur
      8.      Seorang sulit menerima takdir apabila tidak memiliki sikap ...
      a. tasamuh                               c. percaya diri
      b. qana’ah                                d. qari’ah
      9.      Orang yang beriman Kepada Qadha dan Qadar tidak akan bersikap ...
      a. rela menerima kenyataan     c. tenang hidupnya
      b. Bangga atas keberhasilan    d. tidak terrpengaruh lingkungan yang jelek
      10.  Ayat yang berbunyi وَالَّذِىْ قَدَّرَ فَهَدَى , berarti  :

      Biografi KH. Nur Sabani, M.Pd.I (Pengasuh PP. ADDABA)

      LINK BIOGRAFI