KEMERDEKAAN RUHANI
Kemerdekaan adalah idaman manusia. Sebagai makhluk yang terdiri dari jasmani dan ruhani manusia terusik kemedekaannya oleh dua penindasan, yang pertama, Penindasan Jasmani. Penjajahan termasuk jenis penindasan jasmani. Alangkah pedih bangsa yang terjajah kemerdekaannya. Mereka harus mengikuti semua kemauan penjajah. Kebahagiaan, ketentraman, cita cita, masa depan dan Kepribadian mereka hilang. Bangsa yang terjajah menjadi budak dirumahnya sendiri. Bangsa kita mengalami penindasan ini selama kurang lebih 350 tahun. Banyak pengorbanan dikeluarkan baik material, psikologis maupun nyawa. Penindasan Jasmani ini akhirnya bisa dilawan dengan kekuatan persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah.
Yang kedua, adalah Penindasan Ruhani. Walaupun kemerdekaan telah diraih bangsa kita, tapi kemerdekaan hakiki belum semua dapat dirasakan oleh sebagian warga dan para pemimpin bangsa ini. Hal ini bukan karena adanya penjajahan dari bangsa lain, tapi dikarenakan masih ada bentuk penindasan yang lain yaitu penindasan Ruhani. Manusia yang tertindas ruhaninya cenderung mengikuti semua keinginan yang akan menjadikannya menghalalkan segala cara. Penjajahan yang dilakukan oleh Hawa nafsu ini bisa dilawan dengan kekuatan jiwa yang bersih.
HUT kemerdekaan tahun ini yang bertepatan dengan Bulan Ramadhan tidak akan mengurangi kemeriahan bangsa dalam memperingati HUT kemerdekaan, tapi justru menjadi momentum yang sangat tepat untuk memaknai hakekat kemerdekaaan. Kemerdekaan tidak cukup dirayakan secara fisik tapi perlu didalami dengan mengaktualisasikan nilai-nilai kemerdekaan dan pemaknaan yang benar.
Dengan puasa kita bisa merasakan beratnya perjuangan yang hakiki yaitu menahan penindasan jasmani baik dengan menahan lapar dahaga maupun melawan penindasan ruhani dengan menahan hawa nafsu. Selain itu dengan puasa kita bisa merasakan nikmatnya kemerdekaan dari belenggu Hawa Nafsu.
Sejarah telah mencatat bahwa Kemerdekaan Bangsa indonesia jatuh pada 17 Agustus 1945 bertepatan dengan Bulan Ramadhan. Momen Istimewa tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Bangsa Indonesia bahwa Kemerdekaan hakiki adalah apabila suatu bangsa tidak hanya diperbudak oleh keinginan bangsa lain tapi juga tidak diperbudak oleh keinginan hawa nafsu yang ada pada diri manusia. Merdeka jasmani dan ruhani akan menjadikan manusia menjadi tuan yang mengatur dirinya sendiri dalam menghamba kepada Allah SWT.
Nur Sabani, S.Ag.
Guru MTs Negeri Prembun Kebumen
Kauman Prembun
Rabu, 23 Februari 2011
KEMERDEKAAN RUHANI
Biografi KH. Nur Sabani, M.Pd.I (Pengasuh PP. ADDABA)
LINK BIOGRAFI






0 komentar:
Posting Komentar
KOMENTAR :